FAKTA: Saat bangun pagi, minuman manis dapat membuat kita segera terjaga dan bersemangat. Begitu juga saat tubuh mulai lelah di sore hari atau energi terkuras sehabis berolahraga. Namun, beberapa jam kemudian, ketika pasokan energi dari minuman tadi sudah habis, kita akan merasa lebih lemah daripada saat meneguk minuman itu.

SIASAT: Tidur cukup sekitar 7-8 jam setiap malam, dan berolahraga 3-5 kali seminggu, selama 30-60 menit sehari. Hentikan kebiasaan minum minuman manis di pagi hari, ganti dengan air putih dan nikmati sinar matahari pagi agar lebih bersemangat.

FAKTA: Saat mengalami tekanan, tubuh merespons dengan mengeluarkan hormon kortisol dan epinefrin. Hormon ini akan memberi kita energi tambahan agar dapat bersiasat menghadapi tekanan. Namun, tekanan yang terjadi terus-menerus membuat tubuh tidak lagi menganggapnya sebagai kondisi khusus, yang mengharuskannya mengeluarkan hormon-hormon yang dibutuhkan. Itu sebabnya, kita mengandalkan gula si “pemompa energi” agar merasa lebih fit.

SIASAT: Ketika sedang stres, bertanyalah pada diri sendiri, “Apakah saya sedang menghadapi bahaya besar?” Biasanya, kita akan menjawab “tidak”, kemudian setelahnya merasa lebih relaks. Lakukan lebih banyak aktivitas relaksasi, seperti bercanda dan tertawa bersama pasangan, anak, atau para sahabat.

FAKTA: Para pakar dari Mayo Clinic menerangkan, hobi makan makanan manis menjelang haid bisa berkaitan dengan kondisi estrogen yang turun, sehingga meningkatkan keinginan makan. Secara spesifik, tidak disebutkan kalau jenis makanannya harus yang manis-manis.

SIASAT: Dahulukan menyantap makanan alami yang rendah gula, seperti kacang edamame. Kacang dari keluarga kedelai ini dapat membantu mengatasi turunnya kadar estrogen secara alami.