Dunia fotografi semakin diminati sejumlah orang. Apalagi kamera berteknologi canggih mulai dari kamera SLR hingga kamera ponsel mudah didapati. Fotografi seolah-olah menjadi gaya hidup. Sebagian orang serentak memilih sosial media sebagai wadah untuk menampung hasil karya yang ditangkap oleh lensa mereka. Padahal ada komunitas yang juga dapat dijadikan ajang edukasi sekaligus penyaluran bakat.

Itulah yang menjadi salah satu tujuan komunitas FotoKita, komunitas bidang fotografi yang ada di Indonesia. Komunitas ini merupakan “anak kandung” dari sebuah media nasional, yaitu National Geographic Indonesia. Ya, awalnya FotoKita hanyalah kanal fotografi yang bernaung di situs National Geographic Indonesia. Di luar dugaan, kanal tersebut ternyata mampu menembus banyak peminat. Sejak saat itulah diputuskan untuk melahirkan sebuah website bernama FotoKita.net pada tahun 2007 dan terciptalah komunitas FotoKita.

Di sini, siapapun boleh bergabung menjadi anggota. Baik fotografer profesional, amatir, penghobi, maupun penikmat fotografi (tidak memotret) sekalipun. Hampir delapan tahun sejak berdirinya, kini komunitas FotoKita diikuti oleh mayoritas mahasiswa dan karyawan dengan kisaran usia 18 – 55 tahun dengan total anggota sekitar 74.000 orang. Itu menjadi bukti bahwa tak sedikit orang yang manuruh minat besar pada bidang ini.

baca juga : Jual Genset Perkins Silent 1000 Kva Surabaya

Secara garis besar FotoKita merupakan wadah untuk menyalurkan hasil foto bagi para anggotannya karena komunitas ini memang diperuntukkan untuk menghasilkan karya berupa foto. Namun, itu tidak menutup kemungkinan bagi para anggota yang juga memiliki minat besar pada dunia penulisan. FotoKita menyediakan blog yang memuat seputar fotografi.

Selain sebagai wadah bagi publik untuk menyalurkan hasil karyanya, FotoKita juga hadir meramaikan setiap acara besar tahunan, seperti Focus (salah satu even fotografi yang ada di Indonesia) serta mengadakan acara-acara seminar, workshop, atau bincang-bincang. Tak lupa juga mengadakan kontes foto, seperti Kontes Foto-Foto Kita (KFF) yang akan berlangsung selama sebulan untuk meramaikan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Kontes foto diselenggarakan mulai tanggal 14 Agustus hingga 14 September 2015 dengan mengangkat tema Rupa Indonesia.

Foto Harus Memenuhi Syarat

Pada setiap bulannya, FotoKita akan memilih dua foto terbaik untuk dimuat di majalah National Geographic Indonesia serta dua foto bertema traveling untuk majalah National Geographic Traveler. Namun, foto yang masuk mesti melalui proses moderasi oleh para editor terlebih dahulu. Dalam artian, foto yang diunggah harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Proses seleksi yang dilalui, di antaranya foto yang dimiliki haruslah milik pribadi, bukan milik orang lain. Selain itu, juga tidak boleh mengalami proses rekayasa digital yang berlebihan. Ini dilakukan agar tidak ada masalah hukum yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari.

Ajang Edukasi

FotoKita berusaha menyediakan wadah bagi publik yang menaruh minat pada fotografi sesuai dengan tagline-nya “Berkarya, berbagi, bermakna”. “Jangka panjang, kami ingin FotoKita.net menjadi kawah candradimukabagi bibitbibit fotografer berbakat sehingga menjadi bagian proses regenerasi fotografer negeri ini,” ucap Firman Firdaus, salah satu staff editor di National Geographic Indonesia.

Tak hanya itu, FotoKita juga dapat dijadikan tempat saling belajar atau media edukasi bagi para peminat fotografi . “Kami juga ingin melalui situs ini para peminat fotografi tidak hanya memandang fotografi sebagai hobi atau medium berekspresi, tetapi juga menjadi alat untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” ucap Firman Firdaus.