Yang menarik, setingan mesin dan transmisi bisa Anda atur secara individual melalui layar BMW ConnectedDrive. Penggerak 4-roda xDrive yang digunakan, memang bukan dikhususkan untuk bermain di medan off-road berat. Ia lebih menekankan kemampuan bermanuver pada berbagai kondisi jalan.

Saat dites bermanuver cepat pada tikungan tajam yang memiliki kontur jalan beton tidak mulus, mobil ini mampu berbicara banyak. Penggerak xDrive ditambah sistem pengereman Cornering Brake Control terasa berjuang keras mempertahankan kestabilan laju BMW X4. Berhenti sejenak lalu nikmati akomodasi kabin belakang BMW X4. Dari luar, kelihatannya urusan headroom akan sedikit terusik akibat “slooping roofline” khas desain coupe.

Beruntung ketika duduk di belakang, kekhawatiran tadi tidak terbukti. Headroom masih dalam batas wajar, meski konsekuensinya desain jok harus sedikit ceruk yang membuat posisi duduk Anda menjadi seperti tenggelam. Legroom-nya sangat lega, ditambah hadirnya sunroof yang menambah kesan lapang. Dengan segala kelebihannya, mobil ini tercatat masih memiliki kekurangan.

Yang pertama dan dirasa paling penting adalah, desain bucket seat pada bangku depan. Pengaplikasian bucket seat memang mampu menjaga posisi duduk Anda ketika mobil menikung cepat, namun memberikan efek sempit dan terkekang pada penggunaan normal, apalagi bagi Anda yang memiliki ukuran tubuh diatas rata-rata.

Selanjutnya adalah visibilitas belakang yang minim akibat desain coupe mobil ini. Selanjutnya adalah masalah audio, memang tidak ada yang salah dari lantunan speaker Harman Kardon yang dipakai mobil ini. Hanya saja ketika mendengarkan lagu via koneksi Bluetooth, sering terdapat lag pada lantunan suaranya. Meski sudah berganti perangkat gadget, fenomena lag masih sering terjadi. Meski begitu, mobil ini sudah mampu mengakomodasi tiga ego sekaligus, performa, kelegaan kabin, serta ketangguhan.